Sabtu, 18 Februari 2012

Gomawo... Still Love Me Part 4 ^_^

Nareul sarang jusyeoseo gamsahamnida
( Terima Kasih karena Kau telah Mencintaiku )

“Dokter. Apakah operasinya berhasil?” tanya Siwon. “Ne… Tumor di otaknya sudah berhasil kami angkat” jawab dokter. “Lalu, bagaimana dengan kondisinya?” lanjut Onew bertanya. “Untuk sekarang, kondisinya baik-baik saja. Kita hanya menunggunya siuman. Setelah sadar, kami akan memeriksa kondisinya kembali” jawabnya kembali.
Beberapa jam kemudian…
Aku mulai membuka mataku, perlahan. Aku melihat semua sedang menungguku. “Na Ra, kau sudah bangun” tanya appa. “Appa… kita di mana?” tanyaku. “Sekarang kita sedang di Rumah Sakit. Kamu telah melakukan operasi” jawab Eomma. Appa memanggil dokter.
Dokter memeriksa kondisiku. “Apakah kau ingat dengan mereka?” tanya dokter dan menunjuk mereka ( Eomma, Appa, Min Mi, Siwon & Chae Min ). “Ne…” jawabku singkat. “Baguslah” ujar dokter.
Tak lama, Onew dan Key masuk. “Nah… Mereka sudah datang” ujar Min Mi. “Onew, sedang apa kau di sini? Dan siapa orang yg sedang bersamamu?” tanyaku heran. “Mwo? Onew, kekasihmu Kim Na Ra. Dan orang yg sedang bersamanya adalah kekasihku. Apa kau tidak ingat?” jawab Min Mi. “Benarkah?” ujarku. “Anie… Kenalkan ini Key temanku. Kita datang untuk melihat keadaanmu” ucapnya memotong pembicaraanku dengan Min Mi. Lalu, Min Mi menarik Onew keluar ruangan. Aku semakin heran…
Tak lama, Min masuk kembali. “Onew kemana?” tanyaku pada Min Mi. “Mian… Dia harus cepat pergi karena sedang ada urusan” jawabnya. Lalu, Min Mi berbisik pada Key “Temani Onew di Taman, sekarang”.
“Min Mi, apa yg sebenarnya terjadi? Mengapa aku harus melakukan operasi?” tanyaku. “Ah, kamu tidak ingat. Lalu, apa yg kamu ingat?” tanya Min Mi berbalik padaku. “Aku hanya ingat waktu itu…

~ FLASH BACK ~
Onew sedang cuti kuliah.
Saat itu, aku sedang berjalan dari kelas menuju kantin. Saat aku berjalan di tangga. Kepalaku terasa pusing. Aku berhenti sejenak dan entah mengapa pandanganku menjadi kabut. Tak lama, aku merasakan seseorang mendorongku dari belakang. Aku terjatuh dari tangga. Lalu, Siwon menolongku.
~ FLASH BAK, END ~
“Hanya itu kejadian itu saja yg kamu ingat. Kejadian yg membuatmu Koma selama 2 tahun.” ujar Min Mi. “Ye…” jawabku…
Tak lama, Siwon dan Chae Min meminta izin untuk pulang. “Mianhae, kita tidak bisa menemanimu” ujar Siwon. “Oppa… Apakah besok kau bisa datang ke sini? Aku ingin pergi ke taman dekat kampus” tanyaku. “Ah ye… Aku akan datang lebih pagi, agar kamu bisa menghirup udara segar di Taman” jawabnya.
Setelah mereka pergi, Min Mi bertanya padaku “Mengapa kau memintanya untuk pergi bersamamu?”. “Karena, yg ku ingat hanya dia yg selalu bersamaku” jawabku. “Apa kau tidak ingat dengan Onew? Yg jelas-jelas selalu bersamamu” ujar Min Mi, lalu pergi keluar.
Aku semakin heran, apa yg sebenarnya terjadi.

©      ESOK
“Apakah kamu sudah siap?” tanya Siwon. “Ne…” jawabku. Aku melihat ekspresi Min Mi sedikit berbeda pagi ini. “Min Mi. Ada apa denganmu?” tanyaku pada Min Mi. “Annieyo… Sudahlah, jangan pikirkan aku. Pergi sana” jawabnya dengan wajah kesal.
Aku segera pergi ke Taman. Aku merasa Taman ini sangat berarti bagiku. Siwon mengajakku berkeliling Taman. Hingga kita sampai di sebuah tempat yg sangan familiar denganku. Tapi, sayang aku tidak dapat mengingatnya. Dan tak lama, aku melihat Min Mi sedang bersama Key dan Onew.
“Annyeonghaseyo…” sapaku pada Min Mi, Key dan Onew. “Annyeonghaseyo” jawab Onew sambil tersenyum. “Min Mi, kenapa kamu tidak bilang kalau kamu akan pergi ke sini. Mungkin kita bisa pergi bersama?” ucapku. “Mianhae, aku tidak ingin mengganggumu” jawabnya geram. “Mianhae, aku harus pergi” ujar Onew memotong pembicaraan. “Aku juga…” lanjut Min Mi. Mereka pergi bersama.
Satu minggu kemudian...
Dokter mengizinkanku untuk pulang lebih cepat. Min Mi membantuku untuk berkemas karena orang tuaku kembali mengurus perusaahan dan Siwon sedang ada kegiatan di Kampus.
“Mungkin jika itu tidak terjadi, Onew dan kamu bisa seperti dulu” ucap Min Mi pelan. “Mwo?” tanyaku. “Anie… Anieyo…” jawabnya. “Min Mi, jelaskan padaku mengapa beberapa hari ini sikapmu berbeda?” lanjutku bertanya. “Sudahlah, aku tidak apa-apa. Oh, sebentar lagi Onew akan datang membantu kita. Sekaligus, dia akan berpamitan” ujarnya. Sebelum aku bertanya lebih lanjut, Onew datang. “Annyeonghaseyo” sapa Onew. “Annyeonghaseyo” jawabku dan Min Mi.
“Apa kita bisa lebih cepat? Aku tidak punya waktu lama” ujar Onew. “Memangnya kenapa? Apa kau ada urusan. Jika kamu sibuk, tidak usah memaksakan” ucapku. “Gwenchanayo. Aku akan meneruskan kuliahku di luar negeri sekaligus mengurus perusahaan ayahku di sana” jawabnya sambil membawa barang-barangku.
Setelah kepergian Onew. Min Mi memutuskan untuk tinggal bersamaku. Tetapi, sikapnya sedikit berbeda. Dia tak seperti Min Mi yang ku kenal dulu. “Kau berbeda” ucapku. “Apa yg berbeda dariku? Sudahlah jangan memikirkan aku” tanya Min Mi. “Kau tidak seperti Min Mi yg ku kenal” jawabku. “Kau hanya ingat tentang itu. Tapi…” ujarnya lalu pergi ke dapur. Aku mengikutinya. “Tapi apa? Apakah aku bersalah padamu?” tanyaku. “Anieyo. Kamu tidak salah padaku. Tapi, pada Onew” jawabnya lalu pergi keluar.
Aku menunggunya hingga larut malam sambil memikirkan perkataan Min Mi tadi pagi. Tak lama, aku mendengar suara pintu terbuka. Lalu, aku pergi melihatnya.
“Min Mi. Apa yg kamu lakukan hingga larut malam begini?” tanyaku. “Sudahlah. Ini tidak berurusan denganmu. Aku hanya ingin menjernihkan pikiranku” jawabnya lalu pergi ke kamar. Min Mi mengunci kamar tidurnya. “Min Mi. Tolong jelaskan padaku yg sebenarnya” ujarku sambil menunggunya di depan pintu kamar. “Ye… Besok aku jelaskan. Sekarang tidurlah” ujarnya.
©      ESOK
Saat ku terbangun, aku mengingat sesuatu yg pernah ku lakukan di taman bersama Onew. Lalu, aku berlari menuju kamar Min Mi untuk menanyakannya. Tapi, Min Mi belum terbangun dari tidurnya.
“Min Mi. bangunlah… ada yg ingin ku tanyakan padamu !” ujarku membangunkannya. Min Mi membuka pintu kamarnya. “Ye…” ucapnya. “Saat bangun tidur. Aku mengingat sesuatu” lanjutku. “Mwo?” ujarnya kaget. “Ne… Saat aku duduk di Taman bersama Onew. Tolong jelaskan, apa yg terjadi sebenarnya” tanyaku. “Ah… Bagus sekali. Jadi…”jawabnya berhenti saat  Siwon datang sebelum Min Mi menjelaskan. “Sudahlah. Tidak penting. Sekarang kau sudah ada Siwon. Nanti kamu akan mengetahuinya sendiri” lanjutnya dan masuk ke kamarnya.
 Satu tahun kemudian…
Selama satu tahun ini, aku tidak merasakan apa-apa saat aku bersama Siwon. Tapi, mengapa di ingatanku hanya Siwon. Aku slalu bertanya pada Min Mi. Tapi, dia selalu mengalihkan pembicaraan. Sampai suatu saat aku berpikir apa yg slalu ia lakukan di kamarnya. Dan kali ini aku memutuskan untuk masuk ke kamar Min Mi dan memeriksa kamarnya, mungkin ada sesuatu yg dia tutupi dariku. Dia selalu terfokus dengan IPadnya.
Aku berpura-pura meminta izin untuk meminjam IPadnya dengan alasan untuk mencari informasi tentang materi kuliahnya. Dan dia mengizinkanku.
Saat aku mencari informasi dari IPadnya. Sebuah pesan YM masuk. Dan itu dari Onew : Tolong jaga Na Ra dengan baik. Aku serahkan semua padamu karena aku tidak ingin mengganggu kebahagiannya dengan Siwon.
Tak lama, Min Mi masuk. Dan aku segera keluar dari kamarnya. “Na Ra, cepat sekali. Bawa saja jika kau masih membutuhkannya” ucapnya padaku.
Aku terus berjalan menuju kamarku. Aku terus memikirkan apa yg sebenarnya terjadi antara aku dan Onew. Lalu, aku membongkar semua isi kamarku dan aku menemukan Diaryku yg hilang.
Aku membacanya dari satu halaman ke halaman yg lain. Sampai aku membaca satu bagian halaman saat Onew menyiapkan special Dinner untukku. Aku terus membaca diaryku, hingga aku menemukan halaman yg bertuliskan:
Semoga kita terus bersama selamanya. Saranghae :)
Onew – Na Ra

Selama beberapa bulan ini, aku mencari tahu semua sendiri. Karena Min Mi tidak ingin menjelaskannya bahkan dia yg memintaku untuk mencari tahu sendiri. Akan tetapi dengan begitu. Kini ingatanku mulai kembali sedikit demi sedikit. Dan aku memutuskan untuk menjaga jarak dari Siwon. Selain karna aku tidak ingin membuatnya sakit hati jika dia tahu aku tidak mencintainya. Aku juga ingin hubunganku dengan Chae Min menjadi lebih baik.
“Apa kamu sudah ingat semua?” tanya Min Mi. “Anieyo…” jawabku. Tak lama, bel rumah berbunyi. “Itu pasti Key. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya” ujar Min Mi lalu pergi membukakan pintu. Dan benar saja itu Key.
“Oppa…” ujar Min Min lalu memeluk Key. “Aku sangat merindukanmu” lanjutnya. “Aku juga” jawab Key.
Aku terus melihat mereka. Sungguh bahagia menjadi Min Mi.
“Hey Kim Na Ra. Annyeonghaseyo…” sapa Key. “Annyeonghaseyo” balasku. “Ah Ye… Apa kau sudah baik?” tanya Key padaku. “Ne… Sekarang dia mulai mengingatnya” jawab Min Mi. “Mwo?” ujar Key tersenyum.
Melihat senyumnya aku teringat dengan senyuman yang selalu diberikan Onew untukku, hingga aku hampir terjatuh. “Apa kau baik-baik saja?” tanya Min Mi. “Ne… Aku hanya teringat sesuatu” jawabku lalu pergi ke kamar.
Dari kamar aku mendengar pembicaraan Min Mi dengan Key tentang Onew. “Bagaimana kabar Onew?” tanya Min Mi. “Dia baik-baik saja. Tapi, dia belum bisa melupakan Na Ra seutuhnya” jawab Key. “Semoga mereka dapat hidup bahagia” ujar Min Mi. “Ne… Ah, sepertinya besok Onew akan pulang karena dia sedang ada urusan di Seoul” lanjut Key.
Mendengar berita itu, aku merasa sangat bahagia.

©      ESOK
Hari ini aku berencan pergi ke tempat kenanganku saat bersama Onew. Ku awali dengan pergi ke Cake Café, tempat di saat Onew mengajakku Dinner untuk pertama kali. Lalu, aku lanjutkan ke Kampus, aku ingat saat aku tak sengaja menumpahkan jus strawberry ke baju Onew. Dan setelah itu aku pergi ke Tama dekat Kampus. Aku duduk di bawah pohon yg selalu kita tempat bersama.
Saat aku sedang duduk sambil mendengarkan lagu. Tak lama, seorang namja mendekatiku. Dan itu adalah Onew. “Oppa…” ujarku lalu memeluknya dan menangis. “Kamu pergi kemana? Bukankah kamu berjanji. Jika hal itu terjadi, kamu akan membantuku untuk mengingat kembali. Tapi, kamu malah berpura-pura tidak ada yg terjadi” lanjutku. Aku terus menangis. “Apa kamu sudah ingat semua?” tanya Onew. “Ne…” jawabku.
Onew ikut menangis terharu. “Mianhae. Aku lakukan ini hanya untukmu. Aku pikir kamu akan bahagia jika bersama Siwon. Mianhae” ujarnya. “Aku mohon jangan pergi lagi” ujarku. “Ne… Aku akan bersamamu” jawab Onew. “Saranghae…” lanjutnya.
Tak lama, Min Mi datang bersama Key. Mereka melihatku bersama Onew dan mereka ikut berbahagia.

THE END

Mianhae.  kalau Part 4nya puter-puter. Aku juga pusing sebenarnya… hehehe

Please… Komentarnya tentang cerita ini ( Gomawo – Still Love Me Part 1-4 ) … …

Gomawo... Still Love Me Part 3 ^_^


Nareul sarang jusyeoseo gamsahamnida
( Terima Kasih karena Kau telah Mencintaiku )

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Onew sambil menahan rasa sakit. “Ne… aku baik-baik saja. Tapi…” jawabku sambil melihat tangan Onew yg berdarah. “Sudahlah, jangan pikirkan aku” ujarnya sambil membantuku untuk berdiri. “Cepat masuk…” lanjutnya. “Hati-hati…” ujarku sambil melihat Onew dari pintu.
Perasaanku mulai gelisah memikirkan keadaan Onew. Tak lama aku mendapatkan pesan dari Onew : Jangan sedih, aku tidak apa-apa. Ini hanya lupa kecil. Kamu harus lebih hati-hati, mungkin ada orang yg iri padamu. Jeongsin-eul boja, Kim Na Ra. SARANGHAE ^_^
Setelah mendapat pesan dari Onew, perasaanku menjadi tenang. Tapi… Siapa orang yg bermaksud untuk mencelakaiku.
Tak lama, Min Mi datang dengan napas terengah-engah. “Hah hah hah… Onew bilang kau hampir tertabrak?” Tanya Min Mi. “Ne… Aku tidak apa-apa. Onew bilang apa saja padamu?” jawabku. “Ah… Anieyo. Dia hanya memintaku untuk menjagamu. Dia sangat perhatian padamu. Jadi, jangan sampai kau membuatnya kecewa” ujar Min Mi. “Ne… Ne… Ne… Arayo”.
Hingga malam Onew tidak memberiku kabar. Walau aku tahu dia tidak apa-apa. Tapi, aku takut terjadi apa-apa. Melihatku gelisah, Min Mi menyaranku untuk mengirim pesan atau menelpon Onew.
Akupun mengikuti saran dari Min Mi.
Kim Na Ra       : “Oppa. Apa kau baik-baik saja?”
Onew              : “Ne… kamu tidak usah khawatir. Tidurlah… Have Nice Dream”

ð  ESOK
Aku terbangun karena mendengar nada pesan dari Onew: “Apa kamu sudah bangun? Mianhae, hari ini aku tidak bisa menjemputmu”.
Karena Onew tidak menjemputku, aku harus berangkat lebih awal. Aku segera bersiap-siap. Dan saat aku sedang menunggu bus. Aku melihat sebuah mobil seperti mobil Siwon berhenti di depan rumah Chae Min. Dan benar saja itu Siwon. “Annyeong… Heh Kim Na Ra. Kenapa Onew tidak menjemputmu? Kasihan… Apakah dia baik-baik saja?” Tanya Chae Min. “Annyeonghaseyo. Anieyo, dia baik-baik saja. Dia hanya sedang ada keperluan saja” jawabku. “Sampai kapan kamu menunggu di sini? Ikut saja denganku” ujar Siwon memotong pembicaraanku dengan Chae Min. Tak lama bus datang. “Anieyo. Gomawo. Bus sudah datang”

ð  Kampus
Ternyata Onew sudah menungguku di depan. “Mianhae” ucap Onew dengan senyuman lembutnya. “Anie, gwenchanayo” jawabku.
Onew mengajakku masuk ke kelas. Aku melihat tangannya dibalut. Mianhae Onew, semua itu karenaku.
Dan aku merasa heran mengapa semua orang berubah. Sebenarnya apa yg telah terjadi? Aku juga melihat Min Mi sedang duduk termenung. “Ada apa denganmu? Mengapa kau bersedih?” tanyaku pada Min Mi. “Kau kenalkan dengan Kim Jong Woon / Yesung?” ujar Min Mi. “Ne… Dia orang yg kamu sukai. Lalu, memangnya ada apa dengan dia?” lanjutku. “Dia berpacaran dengan Yoona teman Chae Min” jawabnya. Mwo? Aku benar-benar tidak percaya, pikirku. “Sudahlah. Aku akan mengenalkanmu dengan temanku Key. Dia sangat baik” ujar Onew memotong pembicaraanku. Lalu, Min Mi juga menjelaskan padaku dan Onew bahwa ada yg menyebarkan berita tidak baik tentangku. “Na Ra, jangan kamu pikirkan masalah ini” ujar Onew padaku.

Bell akhir materi berbunyi……………
“Ayo Na Ra. Ikut denganku. Oh ne… Min Mi, Key sudah menunggumu di depan kampus, dia memakai baju berwarna merah muda. Cepat pergi” ucap Onew sambil menarik tanganku.
Onew mengajakku ke tempat biasa, Taman di dekat kampus. Seperti biasa, dia selalu membawa beberapa buku dan MP3. Dan sekarang dia membawa barang tambahan yaitu sekotak coklat bermacam-macam bentuk. Kita mendengarkan lagu dan membaca buku sambil makan coklat bersama. Sungguh, ini membuatku melupakan masalah yg ada.
Saat sedang menikmatinya, Min Mi mengirimku pesan : Gomawo, aku sudah bertemu dengan Key. Amigo…!!!
Tak lama aku dan Onew melihat Siwon sedang bersama Chae Min. “Apa kau cemburu?” ucap Onew mengejekku. “Anie…” jawabku sambil mencubit pipinya. Onew membalas dengan mencubit pipiku. Kita tertawa saling mengejek.
Melihat itu, Chae Min mulai geram dan melemparkan batu ke arahku. Onew melindungiku dan batu itu mengenai dahi Onew. “Apa kau sudah gila? Bagaimana jika batu itu mengenai Na Ra?” ujar Siwon marah dan pergi meninggalkan Chae Min.
Dahi Onew berdarah, aku segera membersihkannya dan memasangkan pleste. Dan saat itu aku berpikir, apakah mungkin semua kejadian yg telah aku alami berhubungan dengan Chae Min. Tapi, untuk apa dia melakukan ini? Bukankah dia sudah mendapatkan apa yg dia inginkan.
Karena keseriusanku memikirkan hal itu. Tak sengaja aku menempelkan plester dengan keras. “Aww…” teriak Onew kesakitan. “Mianhae…” kataku. “Gwenchanayo…” jawab Onew masih dengan senyumannya.

~ FLASH BACK, END ~

“Arayo… Sudahlah. Sekarang kamu harus tenang. Kamu harus kembali seperti dulu. Agar kita bisa melakukan hal yg dulu pernah kita lakukan bersama” ujar Onew. “Lebih baik kita kembali ke ruanganmu dan kamu harus segera beristirahat karena nanti malam ada pemeriksaan ulang tentang keadaanmu” lanjutnya.
Onew membawaku kembali ke ruangan perawatan dan menyuruhku untuk beristirahat. Dia meminta izin padaku untuk keluar sebentar. “Na Ra, aku akan pergi dulu, sebentar. Istirahatlah, saat kau terbangun, aku sudah ada di hadapanmu” ujarnya, lalu segera pergi.
Saat dia keluar dari kamarku, seorang suster memanggilnya. “Mianhae. Apa kau keluarga dari Kim Na Ra? Dokter memintamu untuk ke ruangannya” ujar suster tersebut. Onew segera pergi ke ruangan dokter tersebut.
“Annyeonghaseyo. Saya perwakilan dari keluarga Kim Na Ra” ujar Onew. Duduk memintanya untuk duduk. “Anda siapanya Nona Kim Na Ra?” Tanya dokter pada Onew. “Saya kekasih dari Kim  Na Ra. Akan tetapi, keluarganya sudah menyerahkan segalanya padaku.” jawab Onew. “Begini. Setelah kami melakukan pemeriksaan kembali tentang keadaan Nona Kim Na Ra. Kami menemukan tumor di bagian otaknya” ucap dokter tersebut. “Mwo? Seberapa berat penyakit yg dialaminya? Apakah ada jalan terbaik untuknya?” Tanya Onew pada dokter. “Ternyata tumor ini yg menyebabkan nona Kim Na Ra koma. Salah satu jalan terbaik untuk menyembuhkannya adalah dengan operasi. Namun, dampak negatifnya, mungkin sebagian ingatannya akan menghilang” jawab dokter.
Onew berjalan menuju ruanganku sambil mengingat perkataan dokter.
“Oppa… Oppa…” panggilku saat aku tak melihat Onew di ruanganku. Tak lama Onew masuk dengan ekspresi yang berbeda. “Oppa… Wae?” kataku. “Anieyo… Sejak kapan kau terbangun? Apa kau merasakan sesuatu?” Tanya Onew. “Ne… Aku hanya merasa sakit kepala, mungkin karena aku tidur terlalu lama. Tapi, kau lihat aku baik-baik saja” jawabku sambil tersenyum padanya. Onew memelukku dan menangis. Akupun ikut menangis. “Mengapa kau menangis?” ucapnya. “Karena kau menangis” jawabku singkat. Onew tersenyum dan mencubit pipiku.

ð  ESOK
Saat ku terbangun, aku melihat Onew sedang membaca buku Diaryku. “Oppa…” ujarku sambil menarik buku dari tangannya. “Kim Na Ra. Mengapa kamu tidak cerita padaku kalau kau sering merasa sakit kepala?” tanya Onew marah. Aku menundukkan kepalaku lalu menangis. ”Mian… Mianhae… Aku tidak bermaksud membuatmu menangis. Mianhae…” ucapnya sambil memegang tanganku. “Anieyo. Gwenchanayo. Aku tidak bercerita padamu karena itu hanya sakit kepala biasa” ujarku sambil terus menangis. Onew menghapus air mataku dengan sapu tangannya. “Kau tahu bahwa sakit kepalamu itu yg menyebabkanmu koma. Dan kau juga harus tau, karena sakit kepalamu, kau harus melakukan operasi” ucapnya sambil menundukkan kepala. “Mwo??? Untuk apa aku harus melakukan operasi? Aku tidak ingin melakukannya. Aku tidak ingin jika aku melakukan operasi, aku tidak dapat terbangun kembali dan tidak dapat melihat senyummu” jawabku. Onew memelukku erat. “Gomawo. Kamu tidak boleh berpikir seperti itu. Kamu harus yakin bahwa kamu bisa sembuh” ujar Onew. Onew melanjutkan ucapannya. “Pantas saja. Dulu … … …

~ FLASH BACK ~
Malam itu, kita mengadakan double date. Aku bersama Onew dan Nam Min Mi bersama Key.
Saat Onew menyuapiku, aku merasa kepalaku sakit. “Aww…”. “Wae? Apa kamu sedang sakit? Kalau begitu biar aku mengantarmu pulang, sekarang” ujar Onew. “Anieyo. Aku hanya merasa sedikit pusing. Kalau kita pulang lebih awal. Bagaimana dengan Min Mi dan Key?” jawabku. “Tapi…” lanjutnya. “Sudahlah, aku baik-baik” ucapku memotong pembicaraannya sambil menutup mulutnya dengan jari.
~ FLASH BACK, END ~

Tak lama, Min Mi dan Key datang menjengukku. “Aaaaah. Annyeonghaseyo” sapa Min Mi, lalu memelukku. “Annyeonghaseyo. Eeeum, aku sangat merindukanmu. Sudah lama tidak bertemu denganmu” jawabku. “Aku juga. Setiap aku datang kemari, aku hanya melihatmu tertidur nyenyak dan melihat Onew duduk di samping sambil membaca buku dan mendengarkan musik” ujar Min Mi sambil melihat ke arah Onew yg sedang berbicara dengan Key. Onew hanya tersenyum. “Onew, benar-benar pria yg baik. Setelah pulang kuliah, dia pulang ke rumah untuk mandi dan menganti pakaiannya saja, lalu pergi ke sini. Selain itu, ketika semua mahasiswa pergi untuk berlibur bersama, dia rela tidak ikut hanya untuk menunggumu di Rumah Sakit” lanjutnya.
Saat kita sedang bercerita tentang hubungan Min Mi dan Key. Beberapa perawat dan dokter masuk untuk memeriksa keadaanku. Dokter memintaku untuk segera melakukan operasi. “Nona Kim Na Ra, keadaanmu semakin memburuk. Saya harap anda segera melakukan operasi” ujar Dokter. “Mwo? Operasi? Memangnya Na Ra sakit apa…? Onew, kenapa kamu tidak bilang?” kata Min Mi memotong pembicaraan dokter. “Mianhae. Ini permintaan Na Ra” jawab Onew.
Aku hanya terdiam dan melihat Onew. “Lalu, apakah dengan operasi aku dapat sembuh?” tanyaku pada Dokter. “Kemungkinan untuk sembuh cukup besar karena tumor di otak anda belum begitu besar. Namun, biasanya pasien setelah operasi mengalami Amnesia ringan” jawab dokter.
Aku terus menangis. Onew menghampiriku. “Ikuti saja. Semua ini untuk kebaikan kita semua” ujar Onew sambil memelukku. “Anie… Anieyo… Aku tidak mau. Bagaimana jika setelah operasi aku tidak dapat mengingatmu?” ucapku sambil memukuli Onew. “Semua akan baik-baik saja. Jika itu terjadi, aku akan tetap bersamamu. Saranghae” jawabnya sambil tersenyum untuk menutupi perasaannya. “Kalau itu keinginanmu… Aku bersedia untuk melakukannya. Tapi, izinkan aku untuk pergi bersama Onew untuk beberapa jam saja” kataku.
“Ne, kalau begitu kami akan mempersiapkannya. Tolong jaga kesehatan anda” ujar Dokter lalu keluar dari ruanganku.
“Kamu ingin pergi kemana?” tanya Onew. “Aku ingin pergi ke taman yg slalu kita datangi” jawabku. Onew tersenyum. Lalu, menyiapkan segalanya.
Akhirnya kita sampai di tempat yg slalu kita datangi setelah pulang dari kampus. Onew menurunkan aku dari kursi roda. Lalu, dia mengeluarkan bekal yg telah di siapkan ( buku, MP3, makanan & minuman ).
Onew terus bernyanyi untukku hingga aku tertidur di pundaknya. Onew menangis dan terus memandangiku. “Aku rela jika nanti kamu tidak mengingatku lagi. Aku hanya ingin melihatmu bahagia” ujarnya pelan. Lalu, Onew membawaku kembali ke Rumah Sakit.
Saat aku terbangun. Aku sudah berada di ruang operasi. “Aku ingin bertemu dengan Onew dan sahabatku, sebentar saja” ucapku. Lalu, perawat memanggil mereka. Onew datang bersama Min Mi, Key, Orang tuaku dan…… Siwon bersama Chae Min.
“Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja” ucap Appa. “Mianhae. Semoga operasinya berjalan dengan lancar” lanjut Siwon. Ekspresi Chae Min masih sama seperti dulu.
Perawat datang dan meminta mereka untuk menunggu di luar karena operasi akan segera di mulai. Sebelum pergi Onew membisikkan sesuatu padaku “Saranghae”.
Semua menunggu di luar. Min Mi mulai geram melihat Onew terus berjalan mundar-mandir. “Sudahlah. Semua akan baik-baik saja. Duduklah…” ujar Min Mi pada Onew.
Beberapa jam kemudian…
Dokter keluar dari ruang operasi. Onew segera menemui dokter dan menanyakan kondisiku.

TO BE CONTINUED…

Kira-kira Na Ra selamat ga yaaah??

KOMENTARNYA doooong…    !!!

Kamis, 16 Februari 2012

Gomawo... Still Love Me Part 2 ^_^

Nareul sarang jusyeoseo gamsahamnida
( Terima Kasih karena Kau telah Mencintaiku )

Onew terus menatapku.
Aku terus menundukkan kepalaku sambil menangis. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kali ini?. Aku segera keluar dari mobil dan berlari menuju kamarku. Min Mi melihatku masuk kamar dan menangis. Tapi, dia hanya memandangku dari luar kamar karena dia tahu, apa yg dia lakukan tidak akan berarti. “Ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya?” ucapnya.

©      ESOK
Tangisan malam membuat mataku bengkak dan kepalaku pusing. Tapi, bukan hanya kali ini aku merasakan seperti ini. Dan saat aku sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus. BRAK…… #pingsan
Saat aku tersadar, Min Mi memberiku secangkir teh hangat . “Apa yg terjadi semalam” Tanya Min Mi padaku. Akupun menceritakan semuanya pada Min Mi dan tak sengaja air mataku menetes kembali. Aku tidak ingin seperti ini, aku harus melanjutkan prinsip pertamaku.
“Sudahlah… Jangan memikirkan hal ini. Tidak baik untukmu. Jeongsin-eul boja…” ucapnya. “Gamsahamnida, Nam Min Mi”. “Sekarang kau istirahat saja. Biarkan aku yg menjagamu” lanjut Min Mi. “Anie, pergi saja. Nanti aku liat catatanmu. Jangan khawatirkan aku” jawabku. Min Mi segera pergi ke kampus.

©      Kampus
Chae Min sengaja menabrak Min Mi dan menumpahkan minumannya ke pakaian Min Mi. Min Mi kesal dan mendorong Chae Min. Siwon datang dan membantu Chae Min untuk berdiri. “Apa yg kau lakukan? Kau tidak boleh seperti ini padanya” ujar Siwon. “Mwo? Heuh tadi malam kau bilang pada sahabatku Kim Na Ra bahwa kau mencintainya dan kau membuatnya bertengkar dengan Onew yg tentu lebih baik darimu. Sekarang, saat Na Ra tidak ada kau membela Chae Min yg selalu membuat Na Ra sedih. Hah, pria macam apa kau ini?” jawab Min Mi kesal. “Ada apa dengan Kim Na Ra? Apa dia baik-baik saja?” Tanya Siwon pada Min Mi. “Sudahlah, aku sudah tidak percaya dengan apa yg kamu katakana. Dan satu hal lagi, jangan ganggu Na Ra dan Onew” balas Min Mi meninggalkan Siwon dan Chae Min.
Siwon merasa bersalah atas apa yg terjadi tadi malam. Inilah yg sebenarnya Chae Min inginkan. Chae Min meminta izin pada Siwon untuk pergi ke kelas. Tapi, pada nyatanya Chae Min pergi menemui Min Mi di kelasnya.
“Hey, apa yg kau lakukan di sini? Menggangguku saja” ujar Min Mi saat Chae Min mendatanginya. “Sudahlah, apa yg kau inginkan? Apa kau ingin melihat Na Ra terus bersedih dan menangis hah? Jika kau menyukai Siwon ambilah, jika Siwon ingin dengan perempuan sepertimu” lanjutnya. “Ne, inilah yg aku inginkan. Bahkan aku ingin semua membenci Na Ra. Karena dia selalu mendapatkan apa yg aku inginkan” ucap Chae Min. Dan ternyata saat itu Onew sudah datang dan mengetahui semuanya. “Kau benar-benar…”
Chae Min yg mengetahui keberadaan Onew, terdiam dan pergi mendatangi Siwon yg sedang termenung di kelasnya. “Wae?” sapa Chae Min. “Anie” jawab Siwon singkat. “Apa kau benar-benar jatuh cinta pada Na Ra? Apa yg kau suka darinya? Kenapa? Dan sejak kapan?” Tanya Chae Min sampai semua teman-teman mengarah pada Siwon dan Chae Min. “Geurae, nan geureul sarang haeyo. Aku suka, sejak aku pertama melihatnya. Saat aku melihat sorot matanya, aku merasa nyaman” jawabnya lalu pergi dari kelas.
Di tempat yg berbeda. Onew mendatangi Min Mi dan menanyakan kabar Na Ra. “Annyeonghaseyo. Bolehkah aku menanyakan sesuatu?” Tanya Onew pada Min Mi. “Annyeong. Ne, doemnida?” jawab Min Mi dengan nada kesal. “Bagaimana keadaan Kim Na Ra? Bolehkah aku bertemu dengannya?” lanjut Onew bertanya tentang Na Ra. “Ne. Datang saja” jawabnya.
Bell kampus berbunyi. Ttttttrrrrrriiiiiiiinnnnnnnnngggg………………
Min Mi datang lebih awal. Entah apa yg terjadi hari ini. Namun, aku melihat ekspresi baik dari wajah Min Mi. Aku hanya tersenyum saat Min Mi masuk ke kamarku. “Na Ra, apa kau baik-baik saja?” ujar Min Mi. “Ne…” jawabku singkat. Min Mi memeriksa keadaanku. “Seperti ini kau bilang baik-baik saja? Biar aku panggilkan dokter” lanjutnya. “Anieyo…” Aku melarang Min Mi untuk memanggil dokter, karena aku yakin aku akan baik-baik saja.
Di sudut lain. Onew pergi membeli bunga untuk Na Ra sebagai tanda permintaan maafnya. Dia memilih seikat bunga mawar merah.

©      Rumah
Terdengar bel rumah berbunyi. Aku mendengar suara seorang namja. Ah… Mungkin itu pacar baru Min Mi, pikirku. “Ayo masuk. Na Ra masih demam. Mungkin kedatanganmu sedikit membantu” ucap Min Mi . Onew berjalan cepat menuju kamarku.
“Annyeonghaseyo” sapa Onew mengagetkanku. “Bagaimana keadaanmu?” lanjutnya. “Ne, jal jinaepnida. Gamsahamnida” jawabku. Onew tetap dengan senyuman lembutnya yg selalu membuat tenang. Onew memeriksa keadaanku. “Panas sekali. Hhhhhhm… Mianhae, semua karna aku” ujarnya sambil  menundukkan kepala. “Anieyo, gwenchanayo”. Onew mengeluarkan bunga yg ada di belakangnya. Sungguh, membuatku terharu. Tapi, dia tidak bisa lebih lama di sini. “Mianhae. Aku harus pergi. Dan jika keadaanmu sudah membaik. Aku menunggu di Cake Café, besok malam” ucap Onew dan segera pergi dengan membawa senyuman manisnya. J

©      ESOK
Saat aku membuka mataku. Aku merasa bahwa keadaanku sudah membaik. Aku segera pergi ke dapur untuk membuat sarapan pagi. Namun, aku melihat meja sudah penuh dengan makanan. “Ayo, sarapan pagi sudah siap” sapa Min Mi. “Hari ini, kampus libur jadi hari ini aku fokuskan semua untukmu” lanjutnya. “Aaaah, Nam Min Mi… Gomawo…” balasku sambil memeluknya.
Banyak hal yg kita lakukan bersama. Kita lepaskan semua beban dan tertawa bersama.
Dan saat malam tiba. Tak ku sangka Min Mi telah menyiapkan segalanya. Min Mi mengantarku ke Cake Café karna dia khawatir dengan keadaanku. Tapi, dia hanya mengantarku hingga halaman Café saja.
Aku mengingat apa yg terjadi malam itu. Sungguh, membuatku merasa sedih kembali. Tapi, aku tidak ingin merusak suasana ini. Akhirnya, aku segera masuk Café. Salah seorang pelayan mengantarku ke suatu tempat. Saat aku masuk...... Lilin-lilin kecil dan rangkaian bunga mawar yg berbaris di hadapanku. Terdengar suara alunan piano yg harmonis. Aku mencari tahu siapa yg memainkannya dan ternyata itu Onew. Diapun menyanyikan lagu romantis diiringi dengan alunan piano.

That forever more I’ll be the one to love you, to love you
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh honey
I’ll be the one to love you when the morning comes
“ Haha kaya K-drama Miss Ripley… Eh Eh, tapi ini fakta keinginan Onew ( SHINee ) loh “

Ini membuatku semakin terharu dan tak sengaja air mataku mulai menetes. Aku tak percaya dengan semua ini.
Selesai bernyanyi, Onew berjalan mengarah padaku. “Mengapa kau menangis?” Tanya Onew sambil menghapus air mata di pipiku dengan tangannya. “Anieyo” jawabku.
Onew mempersilahkan aku duduk di meja yg telah ia siapkan. “Apa kau suka?” Tanya Onew padaku sambil menyuapiku. “Ne. Gomawo” kataku.
Saat aku memakan hidangan penutup. Aku merasa ada yg aneh. Dan benar saja, ternyata Onew memasukkan cincin dalam hidangan itu. “Saranghae…” ucapnya. Aku semakin tak percaya.
Onew mengantarku hingga depan rumah. Dan saat aku akan keluar dari mobilnya. “Have nice dream. Aku akan menjemputmu besok pagi” ucapnya dengan lemah lembut. Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman.
Sungguh ini hari yang sangat bahagia untukku. Yg aku tahu Onew pendiam dan lemah lembut, tapi ia selalu menyiapkan sesuatu yg tidak di duga.

©      ESOK
Min Mi menyambutku dengan suara keras. “Ayooooo… Sebentar lagi Onew datang menjemputmu” ujar Min Mi. Hah…! Dia tahu dari mana???, pikirku.
Aku segera bersiap-siap. Dan saat aku sarapan. Bel berbunyi. “Eheum… Onew sudah datang” ejek Min Mi. Tak lama Onew menghampiriku “Annyeonghaseyo… Na Ra, sudah siap?” sapa Onew. Aku segera menyelesaikan sarapanku dan bersiap untuk pergi ke kampus. Tapi, entah mengapa Min Mi bersikap aneh. “Euuum. Mianhae, aku harus pulang ke rumahku dulu” ujar Min Mi dan segera memberhentikan taksi. “Wae????” teriakku.
Aku pergi ke Kampus hanya dg Onew. Namun, saat sampai di Kampus, aku melihat Min Mi sedang makan di lobi Kampus. “Min Mi, kamu bohong” kataku. “Heeeeh, Mianhae” jawabnya sambil melihat ke arah Onew. “Aaaaaah… Kalian……” ucapku sambil berjalan cepat menuju kelasku. Onew mengejarku. “Mianhae…” ujarnya. WEW… Saat aku sedang bersama Onew, aku  bertemu dengan Siwon yang sedang bersama Chae Min. Tapi, sudahlah aku mungkin ini yg terbaik.
Benar saja, Onew tetap bersikap lemah lembut, tersenyum dan menyapa mereka. “Annyeonghaseyo…” Tapi, Chae Min mengajak Siwon untuk pergi. Onew masih tersenyum. Sungguh, pria yg baik baik, ucapku dalam hati.
Hingga masuk kelas. Tanganku tak lepas dari genggamannya. Dan ini membuat semua terus memandangku. “Sudahlah. Jangan pikirkan mereka” ujar Onew dan lebih mengeratkan genggamannya. Bahkan di kelas dia tidak berhenti tersenyum. Namun, semua berubah saat Siwon masuk dan memintaku untuk maju ke depan.
“Annyeonghaseyo… Di depan kalian semua ada teman kita, Kim Na Ra. Saya minta kepada Kim Na Ra. Bisakah kamu menjelaskan hal apa yg paling membuatmu bahagia?” ucap Siwon di depan kelas.
Ekspresi wajah Onew mulai berubah. Aku takut hal itu terjadi kembali. Aku tidak ingin membuatnya sedih karena dia orang yg selalu bersamaku kapanpun.
“Ne… Hal yg paling membuatku bahagia adalah saat aku bertemu dengan Onew. Orang yg selalu membuatku tersenyum” ucapku sambil tersenyum pada Onew. “Saat kita membaca buku bersama, berlari mencari tempat untuk berteduh, mendengarkan music bersama dan saat dia bernyanyi untukku dengan alunan piano yg dimainkannya” lanjutku. Semua berteriak dan bertepuk tangan. Namun, yg ku lihat Siwon menundukkan kepalanya. Lalu, dia menyuruhku untuk duduk kembali.
Saat pulang kuliah. Onew tetap menggenggam tanganku dan selalu tersenyum. Namun, saat sampai di lobi, aku melihat Siwon, Chae Min dan teman-temannya. Chae Min mulai mengejekku “Perempuan macam apa? Mudah untuk mencintai orang lain yg bersikap baik padanya?” ujar Chae Min sambil tertawa dengan teman-temannya. Onew mulai kesal, tapi aku mencoba untuk membuatnya tenang.
Tak lama, beberapa teman Chae Min melemparkan makanan dan jusnya padaku. Tapi, Onew menghalangiku dan akhirnya semua mengenai Onew. “Kalian sungguh-sungguh tidak baik” kataku sambil membersihkan wajah dan pakaian Onew. Siwon hanya terdiam lalu pergi begitu saja.
“Apa kau baik-baik saja?” tanyaku pada Onew sambil membersihkan wajahnya. “Ne…” jawab Onew singkat sambil tersenyum padaku.
Onew mengantarku pulang. Namun, dia harus segera pulang karena dia mempunyai tanggung jawab terhadap perusahaan ayahnya. Saat aku akan menyebrang, sebuah mobil melaju dengan kencang dan Onew segera menarikku karena mobil itu hampir menabrakku.

TO BE CONTINUED

Kira-kira siapa yah, yang berniat menabrak Na Ra?

Rabu, 15 Februari 2012

Gomawo... Still Love Me Part 1^_^

Nareul sarang jusyeoseo gamsahamnida
( Terima Kasih karena Kau telah Mencintaku )


Suara denyut jantung dari mesin pemompa darah terdengar mulai berdetak cepat. Terlihat seorang pria sedang duduk termenung. “eomma, Na ra sudah sadar.” teriaknya. “Mwo?” jawab eomma… eomma segera memanggil dokter.
“akhirnya kamu sadar juga?” ujarnya. Aku merasa bingung dg apa yang terjadi. “Oppa, ada apa? Bisakah kamu membawa aku ke suatu tempat, dan menceritakan semuanya?” kataku. “Ne, tentu saja.” Jawabnya dengan senyuman.
ð  Taman
“Kita sudah sampai.” Ujarnya sambil meletakkan dagunya di bahuku, “kamu suka?”. “Ne, gomawo. Oppa, sebenarnya apa yg terjadi?” jawabku. “kamu koma selama selama 2 tahun” lanjutnya. “Gomawo.” Ucapku. “Untuk apa?” bertanya padaku. “Karena selama ini kamu telah menjagaku. Apakah kamu ingat saat kita pertama kenal?.” Jawabku..
Saat itu…

~ FLASH BACK ~

Saat pertama aku masuk kuliah. Aku bingung karena temanku tak kunjung datang. Tak berapa lama, seseorang memanggilku dengan nada yg sudah tidak asing bagiku. “Na ra. Hey, Kim Na ra.” Oh, ternyata itu Min mi. Teman yang selalu bersamaku kapanpun.
Trrrrrriiiiingggg.
Semua sudah bersiap-siap menyambut kakak senior yg akan mendampingi kita selama 1 minggu ini. Jantungku mulai berderak kencang DUG DUG DUG. Aku takut jika kelasku mendapat kakak yg menyeramkan.
Tak lama, kakak senior masuk dengan ekspresi yg membuatku semakin tegang.  Uugh… Tapi, itu berubah saat aku melihat oppa yg terakhir masuk. Ooooh..
Annyeonghaseyo. nae ileum-eun Si Won habnida. mannaseo bangawoyo”
Waw, nama yg indah. Semua mata tertuju padanya. Memang, dia memiliki daya tarik yg lebih.. Oooh Oppa, Choaheyo.

©      Pulang Kuliah
Aku pergi bersama Min mi untuk membeli jus strawberry kesukaanku. Kita berlari dan bernyanyi mengungkapkan perasaan kita saat pertama kuliah. Karena terlalu berlebihan, tak sengaja aku menabrak seorang namja. “Mianhae” ucapku. “Gwenchanayo” jawabnya. “Kamu tidak apa-apa?” lanjutku. “Anieyo. Ireumi mwoyeyo?” Ujarnya sambil tersenyum lembut… Ooooh… senyuman yg indah. “Kim Na Ra.” Jawabku tegas. “Oh, cham yeppeoyo.” Ucapnya halus. “Mwo?” kataku, “Anieyo. Namaku Lee Jin Ki. Tapi, kamu cukup panggil aku Onew. Minhae, aku harus cepat pulang. Bye.”
Onew… Onew… Onew… hanya itu yg skrg aku pikirkan. Bahkan, apa yg sedang Min mi bicarakan aku tak sedikitpun tahu. Sampai akhirnya dia teriak di depanku. “Na Ra…”. “Onew…” jawabku. “Mwo? Jadi kamu hanya memikirkan itu. Aaaaaah” jawab Min mi kesal. “Oh, Mianhae.” Ucapku sambil memohon. “Sudahlah…” Min mi berjalan dengan cepat meninggalkanku. “Min mi… tunggu…” aku berlari mengejarnya.

©      ESOK
Aku berlari cepat menuju kelas, karena aku sudah terlambat.
“hah hah hah… Mianhae, oppa.” Ucapku dengan napas cepat. “Anieyo, cepat istirahat.” Jawabnya.
Seseorang memberiku air mineral. “Minum…” sambil tersenyum. “Hah. Gomawo”. OMG ternyata itu Onew. Oh, dia selalu tidak lepas dengan senyuman lembutnya.

©      Istirahat
Saat aku sedang asyik mengobrol dengan Min Mi. Aku terkejut karena ada 2 orang tepat memberiku jus. Saat ku lihat ternyata itu Oppa Siwon dan Onew. “Mianhae. Ini sebagai pengganti jusmu kemarin.” Ujar Onew. “Anie, itu bukan karnamu”. “Sudahlah, aku tau kamu suka” lanjutnya. Hah, kenapa dia tahu, ucapku dalam hati.
“Mian. Aku kira kau suka ini?” lanjut Siwon dg ekspresi sedih. “Anie… Anie… gwenchanayo. Oppa, gamsahamnida.” Jawabku agar dia tidak merasa sedih.
Mereka pergi bersamaan. “Waw. Kau hebat mendapatkan 2 orang pangeran sekaligus. Yang mana?” ujar Min Mi. “Mwo? Min miiii” jawabku kesal. “Ayolah, 1 untukku” lanjutnya sambil merayuku. Oooooohhhhh……………

©      Pulang sekolah
Ttttttrrrrrrriiiiiiiiiiinnnngggg…….
Min Mi berlari keluar. “Na ra. Mian, aku harus cepat pulang”
“Min Mi… Tunggu” aku berlari mengejarnya, tapi dia sudah terlalu jauh. “Bagaimana dengan aku?” Ucapku pelan.
Lalu, seseorang memegang tanganku. “ada aku” ucap Onew.
Aku mengikuti apa katanya. Kenapa selalu dia? Dia selalu menjadi dewa penolong untukku, pikirku. Dan aku merasa ada seseorang yg sedang memperhatikanku. Aku berhenti, dan melihat sekitarku.
“Ada apa?” Tanya Onew. “Anie”.
Onew membukakan pintu mobilnya untukku sambil tersenyum lembut,

©      Kamar
Aku berbaring sambil mendengarkan lagu dan mengingat apa yg telah terjadi. Aku tersenyum sendiri sambil memeluk boneka beruang kesayanganku.
Tapi… Suara klakson mobil menghapus semua pikiranku.
 Aku berlari untuk membukakan pintu. Dan siapa yg datang malam2 begini? Ah. Mungkin itu pacar Chae Min (Tetangga depan rumah), pikirku. Tapiiii… dia berjalan menuju rumahku.
Waw… ternyata itu Siwon. “Annyeong…”. “Annyeong” jawabku. “Mannaseo bangapseumnida” lanjutnya. “Ne…”
Aku membawanya ke dalam rumah, dan aku segera membuatkan teh untuknya.
“Silahkan…”. “Gamsahamnida” jawabnya lembut.
Aku pun bertanya alasan Siwon datang ke rumah. Diapun menjelaskan semua. Dia banyak bercerita tentang kehidupannya bahkan tentang kejadian yg pernah ia alami, dia menangis di hadapanku. Oh, aku tidak percaya. Seorang Choi  Siwon, namja yang selalu menjadi topik di kampus.
Akupun mencoba untuk membuatnya tenang. “Arayo… Fighting…!”. “Gumawo” jawabnya dengan  suara yg begitu kecil. “Heeeum… tunggu sebentar.” Lanjutku.
Aku pergi ke kamar untuk membawa gitar yg sudah lama tidak aku pakai. Hhhhm, mungkin ini sedikit membuatnya tersenyum kembali.
“Mianhae, sebenarnya suaraku tak begitu bagus. Tapi, mungkin ini bisa menenangkanmu.”.
Aku mulai memainkan senar-senar gitar dan menyanyikan sebuah lagu dari IU… Tanpa ku sadari, dia tidur di bahuku. Heeum, mungkin dia sangat lelah, pikirku.
Akhirnya, aku membiarkan dia tidur di Sofa hingga sinar fajar tiba.
Esok harinya, aku pergi ke kampus bersama Siwon. Chae Min terus memandangiku. Aku tidak mengerti dengan sikapnya.

©      Kampus
“Heh kamu? Sejak kapan kamu dekat dengan siwon” tanya Chae Min dengan nada tinggi. “Mwo?. “Sudahlah jangan bersikap seperti itu” lanjutnya. Lalu, Min Mi datang membawa jus strawberry. “Sejak kapan kalian suka ngobrol bersama? Oh, Na Ra ini untukmu dari Onew” ucap Min Mi. Haduuuh, mengapa dia berkata seperti itu, apa yg sedang Chae Min pikirkan sekarang. Haaah… pikirku.
“Mwo? Itu dari Onew? Heu, aku tahu. Ternyata kamu memanfaatkan kecantikanmu itu memikat mahasiswa disini. Oh… Kim Na Ra” ucap Chae Min dengan ekspresi menyebalkan. Karena kesal, Min Mi menjawab ucapan Chae Min. “Heh, itu karena mereka tahu mana yg lebih baik”. “Aaaaah” jawabnya kesal.

©      Taman
Suara nyanyian burung dan gemercik air menambah suasana keindahan taman. Ini membuatku lebih nyaman untuk membaca buku-buku materi kuliah selanjutnya.
Tak lama Siwon datang menghampiriku sambil menyimpan tangannya di belakang.
“Annyeong… Sedang apa kamu di sini?” sapa Siwon sambil memberiku seikat bunga mawar merah. “Annyeong. Euh, aku sedang baca buku saja. Oh, untuk siapa?” jawabku sambil tersipu malu. “Ne, ini untukmu?” lanjutnya. Aku semakin malu di depannya. “Gomawo” balasku.
Banyak yg kita lakukan bersama. Semakin mengenalnya, semakin ku tahu sifatnya yg sebenarnya. Dia juga bernyanyi untukku. Bukan hanya suara yg indah yg ia tunjukkan tapi dengan tarian2 yg membuatku tertawa bebas. Oooh Choi Siwon…
Tapi, aku melihat seseorang sedang memperhatikan aku di balik batu besar itu. Saat aku perhatikan, aku merasa itu Onew. Tapi, atas dasar apa? Pikirku.
“Ada apa?” ucap Siwon mengagetkanku. “Anie…” jawabku sambil tetap melihat ke arah batu itu.

©      Halaman Sekolah
“Kim Na Ra…” Min Mi berteriak memanggilku sambil berlari menghampiri. “Mwo?” balasku. “Oh, apa kau sudah bertemu dengan Onew? Tadi dia bertanya tentang kamu dan ingin bertemu denganmu? Apa? Apa? Apa?” ujar Min Mi. “Sekarang dia dimana?” tanyaku.
Akupun segara pergi ke Taman. Karena Min Mi bilang mungkin saja dia pergi ke taman yg tadi aku datangi. Oh, apakah benar tadi itu adalah Onew? Haaaaah…

©      Taman
Dimana Onew? Sejak tadi aku tidak melihat. Oh, apa yg harus ku lakukan???. Pikirku sambil mencari keberadaan Onew.
Akupun tepat berdiri di dekat batu yg tadi aku pikir tempat Onew. Dan benar saja aku melihat Onew sedang duduk di bawah pohon dekat batu sambil membaca buku dan mendengarkan music.
“Onew…” sapaku. “Mwo…?” jawabnya terkejut. “Anie. Sedang apa? Min Mi bilang padaku bahwa kau mencariku” lanjutku. “Ah, Ne. Aku ingin bertanya tentang materi kuliah tadi. Tapi, tadi aku lihat seperti kau sedang sibuk”.
Oh, apakah itu karena aku sedang bersama Siwon? Tapi, mengapa dia bersikap seperti itu, pikirku.
“Kenapa kau tidak mendatangiku? Aku tidak merasa terganggu. Oh, buku apakah ini? Sepertinya kamu suka membaca buku sambil mendengarkan musik? Boleh aku melihatnya?” tanyaku. “Ne, doemnida” balasnya sambil memberikan buku itu padaku dan tak luput dengan senyuman manisnya. “Oh, ini salah satu buku kesukaanku” ucapku pada Onew.
Banyak hal yang kita bicarakan. Aku pikir dia punya banyak kesamaan denganku, pikirku. Dan tak terasa hari mulai gelap, hujanpun tiba secara tak sengaja. Kita berlari mencari tempat untuk berteduh. Hahaha… Ini pengalaman baru untukku. Karena hal ini, kita tidak terlepas tertawa bersama.
Kita menunggu hingga hujan reda. Dan Onew pun mengantarku pulang.
“Gomawo” ucapku saat turun dari mobil. Onew hanya membalas dengan senyuman lembut…

©      MALAMNYA
Aku mengingat semua yang aku alami hari ini. Saat aku bernyanyi bersama Siwon dan saat aku tertawa bersama Onew. Euuuuuuh, membuatku bingung.

©      Kampus
“Aku tidak boleh kalah dari Na Ra” pikir Chae Min dengan menatapku dalam-dalam.
Aku terus berjalan menuju kelas sambil memikirkan apa sedang Chae Min pikirkan. Sebenarnya aku tidak ingin terus begini dengannya. Berjalan … Berjalan … dan terus berjalan tanpa memperhatikan semua yang ada di sekitarku. Bahkan aku tidak sadar bahwa di dua sudut yg berbeda, Siwon dan Onew memperhatikanku. Sampai aku tidak sengaja jatuh saat menaiki tangga menuju kelas. “Adduuh..!” Semua menertawakanku, aku berlari sambil menangis karena aku merasa sangat malu… aku terus berlari dan menabrak Chae Min. “Kenapa? Patah hati karena Onew atau Siwon?”. Aku terus berlari menuju kelas…
Saat sampai di kelas, Nam Min Mi langsung terkejut melihatku menangis. “Wae? Cerita padaku”. Aku hanya terdiam dan terus menangis. Aku tidak boleh begini hanya karena hal sepeti itu, pikirku.
Jeongsin-eul boja, Kim Na Ra”. Aku mendengar seorang namja mengatakan itu, dan itu Onew. Malaikatku. Aku segera menghapus air mataku dan mencoba untuk tersenyum membalas senyuman Onew.
Bell masuk berbunyi. Trrriiiiiiinnnnnnnggg……….
Siwon masuk membawa beberapa lembar kertas. Dan langsung membagikannya.
“Coba, kalian tulis semua tentang diri sendiri. Baik hal yg di benci bahkan yg kalian suka” ujar Siwon sambil memberi kertas dan menatapku begitu dalam. “Untuk kali ini mungkin hanya sedikit waktu yang berikan karena akan beberapa pertemuan antara dewan kampus dan para senior” lanjutnya.
----- Semua selesai menulis apa yg Siwon minta. Dan Siwon membaca salah satu kertas sambil tersenyum dan sesekali dia berbalik melihatku. Oh, apakah mungkin itu milikku.
Trrrrrrrriiiiiiiiiiiiinnnnnnnnggg. Tanda bel berakhir berbunyi. Sangatlah singkat pertemuan ini menurutku. Siwon pergi sambil menggelengkan kepalanya.. hhhheeeu ada apa???
“Apakah kamu punya waktu?” Tanya Onew. “Ne. Ada apa?” jawabku. “Bisakah kau pergi denganku ke Taman kemarin?” terusnya sambil tersenyum. “Oh Ne, doemnida”.

©      Taman
“Duduklah…” ucapnya dengan lemah lembut. “Gomawo. Ada apa kau mengajakku kesini?” Tanyaku. “Anie, aku hanya ingin sedikit menghiburmu” .
Onew mengeluarkan MP3 dan beberapa buku. Dia memasangkan satu Hands Free di telingaku dan satunya lagi di telinga Onew. Dia menceritakan isi dari beberapa buku yang ia bawa. Sungguh, aku kagum padanya karena dia begitu baik. Aku terus memandanginya… Dan sesekali ia melihatku sambil tersenyum. Senyumannya terkadang membuatku begitu tenang.
“Bisakah kamu menyanyikan sebuah lagu untukku?” pintaku pada Onew. “Ne…” jawabnya lembut.
Tak sengaja aku tidur di bahunya. Tetapi, Onew membiarkanku tetap di posisiku dan Onew menyimpan kepalanya di sampingku.
Aku baru menyadarinya saat Min Mi memanggilku. Refleks, aku dan Onew terbangun dan saling tersenyum.
“Sedang apa kalian di sini? Ada apa ini?” Tanya Min Mi. “Anie… Anie…” jawabku dan Onew bersamaan. Min Mi tersenyum dan menarik tanganku. “Aku tunggu kamu di Cake Café nanti malam” ucap Onew saat Min Mi menarik tanganku.

©      MALAMNYA
Nam Min Mi memutuskan untuk menginap di rumahku karena orang tuanya sedang pergi ke luar kota. Aku mulai bimbang, apakah aku harus menemui Onew atau menemani Min  Mi di rumah.
Mungkin, Min Mi menyadari apa yg sedang aku pikirkan. “Pergilah. Jangan pikirkan aku”
Aku segera bersiap-siap dan Min Mi membantuku memilih baju untuk ku. Sebenarnya, aku tidak nyaman dengan apa yang aku pakai. Tapi, demi persahabatanku dengan Min Mi, aku menyetujuinya. “Maeu, joseumnida / bagus sekali”

Saat aku sampai di halaman Café. Sepertinya aku melihat mobil Siwon. Aah, mungkin itu hanya perasaanku saja.
Ternyata, Onew sudah menungguku dengan Jas Abu yg sangat cocok untuknya. Terlihat, Onew telah menyiapkan makanan untukku. WAW, kenapa dia tahu apa yg aku suka. Dan dari semua itu, akupun baru mengetahui bahwa dia sangat suka dengan ayam. ^^ (fakta)
Selesai makan, Onew menghilang. Aku mencari ke semua sudut Café. Dan yg mengejutkanku, aku melihat Siwon bersama Chae Min. (HAH)
Entah kenapa aku merasa sedih. Namun, perasaan itu menghilang saat aku melihat Onew di panggung
“Annyeonghaseyo. Izinkan saya menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang yg sedang bersamaku saat ini, Kim Na Ra” ucapnya sambil tersenyum memandangku. Semua tertuju padaku, termasuk Siwon dan Chae Min.
Setelah Onew selesai bernyanyi. Siwon menghampiriku dan menarikku keluar dari Café. Chae Min tersenyum penuh arti, mungkin ini yg ia inginkan.
“Sedang apa kamu di sini?” Tanya Siwon dengan nada kesal. “Apa yg aku lakukan, semua keputusanku. Tidak berhubungan denganmu” jawabku. “Eeeeeeuuuuuh…..” Siwon terdiam, “Saranghae…” lanjutnya. “Mwo…..????”
Ternyata Onew di dekatku. Dia mengetahui semuanya. Dan aku hanya terdiam, karena mereka semua baik untukku.
Onew mengajakku pulang. Dan ini pertama kalinya, aku melihat Onew marah. Yang aku ketahui Onew itu lemah lembut dan selalu tersenyum namun semua berubah, ekspresi dan sikapnya berubah. Aku hanya menundukkan kepalaku memikirkan apa yang harus aku lakukan.
Selama perjalanan, aku hanya terdiam mendengar semua ucapan Onew. Dan saat tepat di depan rumahku, dia bertanya padaku “Siapa yg akan kamu pilih, Aku atau Dia?”
TO BE CONTINUED

Ayo… Tebak mau pilih siapa???